RI News, Ngawi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ngawi menggelar diskusi bedah buku bertema “Sosialisme Islam: Pemikiran H.O.S. Cokroaminoto & Ali Syari’ati” di Kedai/Cafe Lebah Madu, Beran, Ngawi, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan ini sukses menarik antusiasme lebih dari 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA dan SMK Negeri, ketua OSIS, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Ngawi, aktivis organisasi kepemudaan seperti PMII dan IPNU, kader Nahdlatul Ulama (NU), hingga kader PKB.
Ketua DPC PKB Ngawi, Nuri Karimatunnisa, dalam sambutannya mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga generasi yang memiliki kesadaran sejarah, wawasan kebangsaan, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.
Menurut Nuri, pemikiran H.O.S. Cokroaminoto dan Ali Syari’ati memiliki relevansi kuat dengan tantangan kehidupan generasi muda saat ini. Gagasan kedua tokoh tersebut tidak sekadar menjadi bahan kajian akademis, tetapi juga dapat menjadi pijakan moral dalam memperjuangkan keadilan sosial.
“Pemikiran besar H.O.S. Cokroaminoto dan Ali Syari’ati bukan sekadar wacana akademis, melainkan pijakan moral dan sosial bagi generasi muda. Anak-anak muda hari ini, baik dari organisasi mahasiswa BEM, PMII/IPNU, perwakilan OSIS SMK dan SMA, rekan-rekan NU, maupun kader partai, adalah motor penggerak perubahan yang harus peka terhadap realitas keadilan sosial,” ujar Nuri Karimatunnisa.
Ia menambahkan, DPC PKB Ngawi berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi yang kritis, inklusif, dan produktif bagi kalangan muda. Melalui forum semacam ini, pelajar dan mahasiswa diharapkan mampu membangun tradisi literasi politik dan sosial sejak dini, sekaligus belajar memahami berbagai pemikiran besar secara rasional dan solutif.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian bahwa Partai PKB terbuka untuk semua. Dan tentunya kami membutuhkan kritik dan saran kepada yang hadir kali ini untuk menata kedepan yang lebih baik,” lanjut Nuri.
Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang keilmuan dan profesi yang berbeda, yakni Abdillah Halim, M.S.I., C.L.A., C.L.D., dosen IAI Ngawi; Dr. Lina Nur Anisa, M.H.I., akademisi sekaligus aktivis perempuan; serta M. Zainal Abidin, Kepala Biro Harian Bangsa Ngawi. Jalannya diskusi dipandu secara interaktif oleh Arys Purwadi, S.T., S.H., M.S.I. selaku moderator.
Dalam pemaparannya, Abdillah Halim mengapresiasi langkah PKB yang menghadirkan gagasan sosialisme Islam sebagai bahan diskusi di lingkungan partai politik. Menurutnya, memasukkan nilai-nilai kebaikan agama dalam kehidupan dan praktik politik merupakan sebuah kemajuan.
“Ini merupakan sebuah kemajuan besar ketika memasukkan unsur-unsur kebaikan agama dalam partai politik. Tentunya sebagai akademisi saya sangat menyambut baik, karena ini merupakan sebuah terobosan besar,” ungkap Abdillah.
Sementara itu, Dr. Lina Nur Anisa menyoroti dimensi kemaslahatan umat dalam gagasan sosialisme Islam. Ia menilai, pembahasan pemikiran tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat karena mengarahkan perhatian pada nilai-nilai kebaikan dan kepentingan bersama.
“Kita menilai bahwa sosialisme Islam merupakan bagian yang memiliki tujuan untuk kemaslahatan umat. Jadi, bila ini menjadi bagian dari diskusi, ini adalah sebuah kemanfaatan yang luar biasa,” tutur Lina.
Dari perspektif jurnalistik, M. Zainal Abidin turut mengaitkan pemikiran sosialisme Islam H.O.S. Cokroaminoto dengan nilai-nilai profesionalisme pers.
“Dari perspektif jurnalistik, sosialisme Islam menurut H.O.S. Cokroaminoto merupakan bagian-bagian yang menjadi kode etik jurnalis,” jelasnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Ngawi, Anas Hamidi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB agar seluruh elemen partai memahami konsep dan nilai-nilai sosialisme Islam.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat, yang mana seluruh elemen yang ada pada jajaran partai PKB juga harus memahami bagaimana sosialisme Islam. Dan kali ini diskusinya merujuk pada tokoh besar, yaitu H.O.S. Cokroaminoto dan Ali Syari’ati,” kata Anas Hamidi.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab. Mahasiswa BEM, para pelajar, serta kader muda NU aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan kritis kepada para narasumber.
Forum ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dan organisasi untuk bertukar gagasan mengenai hubungan agama, politik, kebangsaan, dan keadilan sosial.
Melalui kegiatan bedah buku tersebut, DPC PKB Ngawi berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki tradisi membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis. Lebih dari sekadar agenda literasi, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya membangun kualitas intelektual dan kesadaran sosial pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. (Red)








