Example 728x250

Peringatan HPN di Ngawi, Insan Pers Harus Siap Hadapi Tantangan di Era Digital

Foto: potong tumpeng oleh Kadin Kominfo kabupaten Ngawi, di dampingi perwakilan seluruh Asosiasi Wartawan Ngawi

NGAWI – Tantangan makin sarat bagi pelaku pers di era serba digital ini. Insan pers di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diajak untuk menyiapkan menghadapinya.

Wartawan, harus mengedepankan sikap profesional dan kepatuhan pada kode etik jurnalistik. Tekad itu kembali diteguhkan insan pers Ngawi dalam peringatan Hari Pers Nasional di Paron, Senin (9/2/2026).

“Di era serba digital informasi menyebar begitu cepat. Keberadaan media sosial memberi peluang bagi setiap orang untuk menjadi pewarta. Hal ini jadi tantangan berat untuk wartawan dan pers,” ungkap Kundari Pri Susanti, wartawan Ngawi.

Tantangan pers di era digital bukanlah tentang kecepatan, melainkan tentang kepercayaan (trust).

Namun bila dapat menaklukkan tantangan yang sarat itu, akan memberikan celah bagi pers, apalagi di daerah, agar semakin berperan strategis dan jadi rujukan.

Pers dapat menjadi “penjernih” informasi, menyajikan berita yang akurat, jujur, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Pers di era digital ini harus mampu kembali ke marwah yakni menyebarkan informasi akurat terpercaya, melakukan edukasi demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan kontrol sosial yang berpihak pada kepentingan publik,” tambahnya.

Karena itu, wartawan juga perlu beradaptasi dengan teknologi digital, menggunakan platform baru untuk menjangkau khalayak luas, namun tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

“Perlu dipahami bahwa kunci berita itu verifikasi, utamakan apa yang paling benar dan bukan apa yang paling cepat. Verifikasi ketat adalah benteng melawan hoaks,” tambahnya.

Wartawan juga harus terus memperluas wawasan serta memiliki literasi digital yang baik agar mumpuni saat melaksanakan kontrol sosial yang konstruktif.

Pers tetap harus menjadi penyampai aspirasi, kritik, dan saran kepada pemerintah, sekaligus penjaga marwah toleransi dan inklusivisme di tengah keberagaman masyarakat.

“Era digital adalah kesempatan untuk menjadikan pers semakin berperan. Jadi memang akan enuntut seorang wartawan untuk berupaya keras agar medianya jadi rujukan terpercaya di tengah “hutan” informasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Kominfo Ngawi, Mahmud Rosyadi, yang turut juga memberikan ucapan selamat merayakan HPN ke-80. Dia mengaku siap bersinergi dengan awak media dalam memberikan informasi terpercaya.

“Pemerintah Ngawi tak pernah alergi kritik, kita sadari bahwa media dan wartawan adalah mitra, penyeimbang bagi pemerintah dalam penyebaran informasi ke masyarakat,” ungkap Mahmud.(Yn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *